"Ahad, Ahad" (Allah maha Esa) , ujar bilal bin rabah
radiyallahu 'anh mantap di kala punggunggnya dicambuk oleh 'umayyah bin
khalaf. Tujuan mereka menyiksa hanya satu: "agar orang–orang yang
disiksa berlaku syirik!", namun Bilal bin rabah tetap teguh beriman
secara hati dan perkataan.
Tak ayal penyiksaan pun ditambah ,mereka menindih dada telanjang Bilal dengan batu besar yang panas, Bilal pun hanya berkata, “Ahad, Ahad...“ penyiksaan kembali ditambah, Bilal tetap mengatakan, “Ahad, Ahad...”
Pada akhirnya pertolongan Allah pun datang setelah penyiksaan yang di
alami bilal berhari-berhari, Abu bakar radiyallahu 'anhu membeli bilal
bin rabah radiyallahu 'anhu dari 'umayyah bin khalaf.
Itulah
sekelumit kisah yang menggetarkan jiwa,yang menyirami hati – hati yang
kian layu tentang bagaimana gagahnya anak manusia mempertahankan
prinsip, yang dicontohkan oleh para "Bintang" .
"Para Bintang"?
ya merekalah sahabat nabi shalla llahu 'alaihi wa sallam yang
diumpamakan bagaikan bintang di langit oleh Baginda Rasulullah Shalla
'llahu 'alaihi wa sallam, sebagaimana sabdanya:
“Bintang-bintang
adalah penjaga bagi langit. Apabila bintang-bintang itu lenyap maka
akan menimpa langit apa yang dijanjikan atasnya (kehancuran). Aku adalah
penjaga bagi para Sahabatku. Apabila aku pergi maka akan menimpa mereka
apa yang dijanjikan atas mereka. Para Sahabatku juga menjadi penjaga
bagi umatku. Apabila para Sahabatku telah pergi maka akan menimpa umatku
apa yang dijanjikan atas mereka.” (HR. Muslim)
Ada apa dengan
bintang, Sehingga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menyandingkan
sahabat Ridwanullah 'alaihim dengannya? Jawabnya ada dalam Quran,
sebagaimana Firman Allah azza wa jalla:
“Artinya : Sesungguhnya
kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan kami
jadikan bintang-bintang itu sebagai alat pelempar syaithan, dan kami
sediakan bagi mereka siksa yang menyala-nyala” [Al-Mulk : 5]
Di
ayat ini Allah menjadikan Bintang sebagai penghias langit yang
menjadikan malam teramat indah dengan gelap yang ditemani bintang.
Selain penghias, bintang – bintang dijadikan sebagai alat pelempar setan
tatkala mencuri pembicaraan.
Demikian juga para sahabat, mereka
adalah penghias umat ini, dengan pemahaman, ilmu dan amal mereka. Dan
juga Para sahabat merupakan alat pengintai (pelempar) bagi dakwah ahlul
batil, penyelewengan orang-orang yang menyimpang dan sebagainya.
Dan
juga firmanNya: “Artinya : Dan Dia-lah yang menjadikan bintang-bintang
bagimu, agar kamu menjadikan petunjuk dalam kegelapan darat dan laut”
[Al-An’am : 97]
Tak ubahnya Bintang di malam hari , Sahabat merupakan petunjuk dari
kegelapan syahwat dan pemikran sesat. Barangsiapa berpaling dari
pemahaman mereka maka ia tersesat jauh dalam kegelapan yang
berlapis-lapis.
Lantas? Sudah saatnya bergegas untuk ziyarah
(berkunjung) ke kisah – kisah para sahabat ridwanullah 'alaihim demi
mengejar jejak 'para bintang', dan jika tapak kaki sudah berada di jalan
mereka, maka Ridho Allah dan Surganya pun menanti.
Allah azza wa
jalla berfirman: “Artinya : Orang-orang yang terdahulu lagi yang
pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang muhajirin dan anshar dan
orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada
mereka dan merekapun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi
mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, dan mereka
kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”
[At-Taubah : 100]
Wallahu ta'ala a'lam
Mengejar Para "Bintang"
Written By Yayasan Kilau Indonesia on Selasa, 15 Mei 2012 | 19.16
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar