Perbedaan awal puasa kembali terjadi antara pemerintah dan beberapa organisasi Islam. Namun ini bukanlah suatu masalah dalam Islam, karena agama Islam bersifat luwes dan menghargai perbedaan.
Dasar penetapan awal Ramadhan dalam Islam tidak hanya ditentukan dengan menggunakan satu metode saja. Ada cara cara hisab atau perhitungan secara matematis dan astronomis. Ada lagi cara rukyat atau mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit untuk pertama kali.
Lantaran perbedaan itu, makanya tidak boleh ada upaya pemaksaan untuk menyeragamkan penentuan awal puasa karena memang metoda perhitungan yang berbeda. Meski berbeda, namun haruslah masih sesuai dengan perhitungan yang benar.
Oleh: Ediya Moralia



0 komentar:
Posting Komentar