Dalam film Incredible Hulk, jika tekanan darah meningkat cepat,
secara otomatis manusia kecil pun berubah menjadi monster hijau.
Begitu
pula sebenarnya jika kita marah, tubuh ini sebenarnya bereaksi, gigi
bergemeretak, mata melotot, otot mengejang, nafas menjadi pendek dan
sebagainya, berubah seakan-akan menjadi monster. Walaupun tak berubah
menjadi warna hijau dan tak selebay Hulk.
Namun tetap tubuh kita
bereaksi berubah. Karena pada saat itu api kemarahan berkobar membakar
darah di hati, kemudian darah yang terbakar itu mengalir ke otak, yang
kemudian diteruskan sekujur anggota tubuh untuk melakukan sesuatu
tindakan.
Bila kita melihat lebih jauh tentang kemarahan atau
amarah, Allah SWT menciptakan makhluk-Nya disertai keinginan untuk
mendapat perlindungan, memiliki kekuatan dan keinginan untuk menghindar
dari bahaya dan segala kehancuran. Itulah yang menjadi sebab kenapa di
dalam diri manusia terdapat sifat marah.
Dengan sifat itu
manusia menkreasikan segala sesuatu untuk dijadikan alat untuk
melindunginya. Namun seperti pisau yang bermata dua kemarahan itu dapat
muncul ketika manusia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Dalam
beberapa hadits kita dapat melihat betapa amarah itu menjadi sangat
penting untuk kita ketahui agar dapat senantiasa berlatih dalam
mengontrolnya. Seperti hadits di bawah ini :
Abdullah bin Amr
r.a. bertanya kepada Rasullulah, “Apa yang menyelamatkan aku dari
kemurkaan Allah?” Beliau menjawab, “Jangan marah!”
Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan bahwa Rasullulah saw. Bersabda,
“Siapakah orang yang perkasa menurut kalian?” Para sahabat menjawab,
“Orang yang tidak dikalahkan oleh orang lain.” Lalu beliau menjawab,
“Bukan keperkasaan dengan mengalahkan orang lain, akan tetapi
keperkasaan adalah orang yang dapat menguasai dirinya ketika marah.”
(Mutafaq ‘alaih)
Dan dalam hadis lainnya dijelaskan bahwa
“Sesungguhnya amarah adalah bara yang dinyalakan di dalam hati. ”(HR.
Tirmidzi). Oleh karena itu dalam surat An Naas pun kita memohon
perlindungan kepada Allah dari bisikan – bisikan kejahatan ke dalam dada
manusia. Amarahpun dapat dihindari dengan mengucapkan Ta’awudz, ”Aku
berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
Rasulullah
SAW bersabda :“sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan
dari api dan api dapat padam dengan air, maka apabila di antara kalian
dalam keadaan marah maka berwudhulah!”.
Hadis ini menjelaskan
bila amarah muncul sebaiknya kita diam, dan jika belum mereda duduklah
jika posisi kita berdiri, berbaringlah jika dalam posisi duduk, tidurlah
ke tanah yang merupakan bahan baku Allah SWT menciptakan manusia,
berusahalah diam dan tenang karena penyebab amarah adalah gejolak dan
penyebab gejolak adalah gerakan. Apabila belum reda, maka berwudhulah
dengan air yang dingin karena emosi itu berasal dari api dan api akan
padam dengan air.
Seorang teman ketika peristiwa bom kembali
menguncang negeri, dengan tangan yang terkepal, menahan gemeretak
giginya, namun hatinya sedih, sambil menitikkan air matanya seraya
berdoa: “Ya Allah, ampunilah dosaku, hilangkanlah kemarahan hatiku, dan
lindungi aku dari berbagai fitnah yang menyesatkan). Aamiin.
Tidaklah lebih baik dari yang menulis ataupun yang membaca, karena yang lebih baik di sisi ALLAH adalah yang mengamalkannya.
Ustaz Erick Yusuf
Pemrakarsa Training iHAQi (Integrated Human Quotient)
ROL
Hulk Hijau: Dan Sifat Itu Bernama Amarah
Written By Yayasan Kilau Indonesia on Sabtu, 12 Mei 2012 | 00.20
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar